Jumat, 28 September 2012

Yesterday is History, Tomorrow is Mistery, and Today is a Gift, that's why we called it "Present"...


Secuil kalimat di atas merupakan kutipan dari film Kungfu Panda dan sangat terkenal pada masanya. Ya, jarang sekali saya mendengarnya lagi akhir-akhir ini. Mungkin orang2 sudah mulai melupakannya, begitu pula saya.

Lalu ada apa dengan kata2 di atas?

sebenarnya tidak terjadi apa-apa dengan kata-kata di atas, saya cuma suka saja.
"Kemarin adalah sejarah, Esok adalah sebuah misteri, dan Hari ini adalah sebuah hadiah."
Mungkin arti intrinsiknya adalah:
Apa yang sudah terjadi biarkanlah menjadi kenangan dan tidak perlu disesali,
Apa yang akan terjadi biarkan menjadi sebuah misteri dan biarkan ia terjadi,
Apa yang terjadi saat ini, baik maupun buruk, adalah yang perlu kita syukuri.

Sebenarnya kalo menurut saya, kata-kata ini memiliki hubungan dengan impian seseorang. Pernah dengar kata-kata "Bermimpilah, maka impian itu akan terwujud dengan sendirinya"? Atau pernah membaca buku berjudul "The Keys"? Ya, semua hal itu mengajarkan kita untuk menggapai cita-cita kita dengan cara yang mudah, yaitu cukup dengan bermimpi. Dan saya adalah orang yang percaya dengan teori tersebut.

Lalu apa hubungannya kata-kata di atas dengan impian kita?

Begini ceritanya. Ada seorang anak manusia yang memiliki cita-cita untuk pergi ke bulan. Saat pertama kali ia berpikir tentang cita-cita tersebut, ada suatu "kekuatan tak terlihat" yang menyiapkan jalan untuknya menggapai impiannya tersebut. Dan ketika ia menetapkan mimpinya, maka kekuatan tersebut akan secara otomatis menyediakan jalan untuknya. Terlepas dari jalan itu mudah/sulit, butuh waktu yang pendek/panjang, tapi jalan itu hanya memiliki satu tujuan, yaitu bulan. Lalu, bagaimana jika ternyata ia tidak pernah sampai ke bulan? maka hanya ada 2 kemungkinan. Kemungkinan pertama adalah anak tersebut menetapkan utk mengubah impiannya ke tujuan lain, atau, kemungkinan kedua ia tidak memiliki cukup waktu dalam menempuh jalannya mencapai bulan. Dari 2 kemungkinan tersebut, secara teori anak tersebut tetap bermimpi, sehingga tidak ada yang salah dengan impiannya.

Yang dilakukan anak tersebut hanyalah terus bermimpi,,, menganggap jalan di belakangnya sebagai sebuah masa lalu yang tidak perlu disesali,,, mensyukuri pencapaiannya saat ini,,, dan tanpa ragu terus melanjutkan perjalanannya,,, Hal ini karena semata-mata anak itu tau, serusak apapun jalan yang harus ditempuhnya, tujuannya hanya satu dan akan selalu sama.

Kesimpulannya, terus lah bermimpi,,, lalu syukuri dan hadapi saja apapun keadaannya. Mudah bukan? :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar