Jumat, 28 September 2012

Layang-Layang Putus


Alunan angin sore melambungkan imaji saya melalui lamunan. Terlihat jauh di langit Yogyakarta, terbang tinggi sebuah layang-layang yang dimainkan teratur oleh seseorang, entah siapa. Tenang dan tanpa  beban, layang-layang itu bergerak mengikuti angin hingga, tanpa sadar, ia terlalu tinggi dan terlalu sulit untuk dilihat. Secara tiba-tiba, layangan itu bergerak dengan liar tanpa kendali. Ya, ia terputus dari benang kendalinya... jauh terbang, entah kemana.

Saya tau, jauh di seberang sana, seseorang merasa sedih dengan kepergian layang-layang itu. Rasa sedih dan akan kehilangan sesuatu yang seharusnya dapat ia kendalikan. Rasa sesal akan sesuatu yang ingin ia terbangkan setinggi mungkin, tapi ketika sesuatu tersebut telah terbang tinggi, tidak lagi dapat dikuasainya. Namun, bukanlah rasa sedih dan sesal yang berlangsung lama karena ia bisa menggantinya dengan yang lain. 

Lalu, bagaimana dengan layang-layang tersebut? Ia terbang semakin tinggi tanpa arah. Mungkin karena ingin, atau karena pasrah merelakan raganya dihembuskan oleh angin. Ia tau, suatu saat ia pasti akan jatuh entah dimana, entah akan kembali ke empunya atau akan berakhir di tempat yang tak ia inginkan. Ia tau, percuma melawan angin, karena angin adalah bagian dari dirinya. Ia hanya membiarkan segala sesuatu mengalir begitu saja sebelum jatuh terhempas ke bumi.

Dan saya masih duduk termangu melihat kepergian layang-layang itu sembari bermimpi... Mimpi yang dapat kukendalikan. Mimpi yang tinggi. Mimpi yang saya tau akan terbang bersama angin suatu saat nanti... Bagai sebuah layang-layang putus.

Yesterday is History, Tomorrow is Mistery, and Today is a Gift, that's why we called it "Present"...


Secuil kalimat di atas merupakan kutipan dari film Kungfu Panda dan sangat terkenal pada masanya. Ya, jarang sekali saya mendengarnya lagi akhir-akhir ini. Mungkin orang2 sudah mulai melupakannya, begitu pula saya.

Lalu ada apa dengan kata2 di atas?

sebenarnya tidak terjadi apa-apa dengan kata-kata di atas, saya cuma suka saja.
"Kemarin adalah sejarah, Esok adalah sebuah misteri, dan Hari ini adalah sebuah hadiah."
Mungkin arti intrinsiknya adalah:
Apa yang sudah terjadi biarkanlah menjadi kenangan dan tidak perlu disesali,
Apa yang akan terjadi biarkan menjadi sebuah misteri dan biarkan ia terjadi,
Apa yang terjadi saat ini, baik maupun buruk, adalah yang perlu kita syukuri.

Sebenarnya kalo menurut saya, kata-kata ini memiliki hubungan dengan impian seseorang. Pernah dengar kata-kata "Bermimpilah, maka impian itu akan terwujud dengan sendirinya"? Atau pernah membaca buku berjudul "The Keys"? Ya, semua hal itu mengajarkan kita untuk menggapai cita-cita kita dengan cara yang mudah, yaitu cukup dengan bermimpi. Dan saya adalah orang yang percaya dengan teori tersebut.

Lalu apa hubungannya kata-kata di atas dengan impian kita?

Begini ceritanya. Ada seorang anak manusia yang memiliki cita-cita untuk pergi ke bulan. Saat pertama kali ia berpikir tentang cita-cita tersebut, ada suatu "kekuatan tak terlihat" yang menyiapkan jalan untuknya menggapai impiannya tersebut. Dan ketika ia menetapkan mimpinya, maka kekuatan tersebut akan secara otomatis menyediakan jalan untuknya. Terlepas dari jalan itu mudah/sulit, butuh waktu yang pendek/panjang, tapi jalan itu hanya memiliki satu tujuan, yaitu bulan. Lalu, bagaimana jika ternyata ia tidak pernah sampai ke bulan? maka hanya ada 2 kemungkinan. Kemungkinan pertama adalah anak tersebut menetapkan utk mengubah impiannya ke tujuan lain, atau, kemungkinan kedua ia tidak memiliki cukup waktu dalam menempuh jalannya mencapai bulan. Dari 2 kemungkinan tersebut, secara teori anak tersebut tetap bermimpi, sehingga tidak ada yang salah dengan impiannya.

Yang dilakukan anak tersebut hanyalah terus bermimpi,,, menganggap jalan di belakangnya sebagai sebuah masa lalu yang tidak perlu disesali,,, mensyukuri pencapaiannya saat ini,,, dan tanpa ragu terus melanjutkan perjalanannya,,, Hal ini karena semata-mata anak itu tau, serusak apapun jalan yang harus ditempuhnya, tujuannya hanya satu dan akan selalu sama.

Kesimpulannya, terus lah bermimpi,,, lalu syukuri dan hadapi saja apapun keadaannya. Mudah bukan? :)

I'm just a little guy sitting on the world...

Judul di atas mungkin sedikit menggambarkan isi otak saya hari ini. Ya, dunia itu luas.. dan kita tak lebih dari titik-titik yang mengisinya. Yang kita lakukan, yang kita rasakan, dan yang kita alami berbeda antara saya, anda, dan kalian. Dan itulah yang disebut "kewajaran".

Mungkin saya akan menganggap bahwa yang terjadi hari ini adalah sebuah keberuntungan bagi saya. Namun di hari yang lain mungkin saya hanya berkata "cukup untuk hari ini, saya tak peduli lagi". Memang itulah indahnya hidup sebagai titik-titik yang mengisi dunia. Terkadang banyak toleransi yang harus diberikan jika kita ingin hidup sederhana dan apa adanya.

Pertanyaan selanjutnya adalah "puas kah kita? Puaskah kita dengan hidup yang begitu-begitu saja?" mungkin banyak yang akan menjawab "tidak". Tapi begitulah sifat kita sebagai manusia.. tidak pernah puas, tidak suka dengan hal yang biasa-biasa saja dan standar. Padahal kita tahu bahwa manusia adalah entitas yang sempurna, tapi kita sendiri sering menyamakan arti kata "sempurna" dengan "standar". Ketika manusia adalah titik, maka ia berusaha menjadi garis, ketika mencapai garis, ia berusaha menjadi area, ketika manusia adalah area, maka memperluasnya adalah tujuan selanjutnya. Tapi itulah manusia.. standar.

Pada akhirnya, titik-titik itu hidup dalam dunia yang tak terbatas, dunia yang dapat menampung segala hal yang "lebih dari sempurna", dan dunia yang selalu bertoleransi dengan keberadaannya. Tapi, sampai kapan???

Dan, sayalah satu dari miliaran titik tersebut.

NEGERI ABU-ABU


Negeri ini begitu berwarna sebelumnya..
sebelum sang penjaga mengamuk mengeluarkan kobar dan meniupkan nafasnya..
ini lah negeri yang sempat makmur, tanpa cacat yang terlihat...
kegelapan yang dulunya tersembunyi sekarang muncul ke permukaan..
menutup langit biru dan menurunkan kegemparan...
akankah matahari dapat bersinar lagi di negeri ini??

saat semua menyangka tidak ada yang terjadi,
itulah saat semuanya terjadi...
saat semua mempertahankan keinginannya untuk tinggal,
itulah sebenarnya waktu yang tepat untuk pergi...
meninggalkan semua kedudukan, harga diri, dan bahkan kehidupan itu sendiri...

semua tidak akan lama teman...
yang bertemu pasti berpisah, dan yang berpisah pasti akan bertemu kembali...
entah kapan, entah sadar atau tidak...
sebuah kata-kata terakhir, ini belum berakhir.........................

PENJAHIT PELANGI

Apa yang terbayang saat kalian membaca judul di atas?

Kata-kata itu saya dapatkan ketika saya jalan-jalan ke daerah jl. Mataram, tertuliskan pada sebuah papan kecil di depan sebuah kios yang cenderung kecil pula. Itu adalah sebuah nama kios penjahit di daerah situ. Ketika pertama kali saya membacanya, saya langsung tersenyum lalu memikirkan betapa dalam kata-kata tersebut meskipun hanya terpampang pada papan kecil kios penjahit tersebut.

apa yang saya pikirkan bukan si pemilik kios tersebut, melainkan kata-kata yang ia pakai untuk menamakan kiosnya tersebut. Penjahit pelangi.... orang yang dapat menjahit berbagai warna yang berbeda dan menjadikannya satu kesatuan yang indah... mungkin artinya cukup dangkal jika dilihat dari sisi orang yang ingin menjahitkan pakaiannya, namun arti itu sendiri memiliki makna yang dalam jika dilihat dari sisi pribadi seseorang. bagaimana seseorang dapat menyatukan berbagai perbedaan yang akan dihadapi selama hidupnya? bagaimana seseorang dapat menjahit perbedaan itu menjadi sesuatu yang indah dan sempurna? bagaimana seseorang menjadikan suatu perbedaan menjadi satu kesatuan yang dapat memberi kenyamanan bagi orang lain yang melihatnya?

Bukankah hidup itu indah dengan perbedaan, dan akan menjadi lebih sempurna apabila perbedaan itu dijahit menjadi satu kesatuan seperti pelangi?

hmm, jadi teringat sebait lagu dari grup band Indonesia: "Seperti pelangi setia menunggu hujan reda" (Efek Rumah Kaca)